Sidoarjo — Masjid Nida’ul Fithrah menggelar Sholat Idulfitri 1447 H dengan penuh khidmat pada pagi hari Idulfitri. Jamaah memadati area masjid sejak pagi untuk menunaikan salat Id bersama keluarga dan kerabat.

Kumandang takbir yang menggema menambah suasana haru dan syukur atas nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kesempatan menyelesaikan ibadah Ramadan.

Persiapan dan Kehadiran Jamaah

Jamaah datang lebih awal untuk mengambil tempat, membawa keluarga, serta mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual. Kehadiran anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia menunjukkan kebersamaan serta semangat ukhuwah islamiyah.

Khutbah Idulfitri: Menjaga Ketakwaan Setelah Ramadan

Khatib mengingatkan pentingnya menjaga ketakwaan setelah Ramadan. Ramadan bukan sekadar momen tahunan, tetapi menjadi madrasah untuk melatih diri dalam ketaatan dan membiasakan ibadah.

Pertanyaan penting setelah Ramadan:

  • Apakah salat tetap dijaga?
  • Apakah Al-Qur’an masih rutin dibaca?
  • Apakah lisan dan hati tetap terjaga dari perbuatan buruk?

Taubat, Istiqamah, dan Amal Saleh Pasca-Ramadan

Jamaah diajak memperbanyak taubat dan istigfar sebagai bentuk kerendahan hati di hadapan Allah. Taubat menunjukkan pengakuan atas dosa dan kebutuhan hamba kepada pertolongan Allah dalam seluruh urusan kehidupan.

Khatib menekankan bahwa pintu taubat tidak tertutup setelah Ramadan. Selama roh belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat, kesempatan kembali kepada Allah masih terbuka.

Salah satu tanda diterimanya amal adalah adanya rasa khawatir apakah amal tersebut diterima. Selain itu, amal yang diterima akan berlanjut meskipun Ramadan telah berlalu. Contohnya:

  • Puasa sunnah, seperti enam hari di bulan Syawal
  • Salat malam (qiyamullail)
  • Membaca Al-Qur’an secara rutin

Pesan Khusus untuk Keluarga dan Wanita

Dalam khutbah, khatib menekankan agar keluarga menjaga satu sama lain dari perbuatan buruk. Khusus untuk wanita, disampaikan agar menjauhi sifat yang dapat merugikan diri sendiri, seperti:

  • Banyak mengeluh atau melaknat
  • Mengkufuri kebaikan suami atau keluarga
  • Menunda kebaikan

Bagi laki-laki, pesan ini menjadi pengingat untuk mendidik keluarga agar tetap berada di jalan kebaikan.

Penutup

Pelaksanaan Sholat Idulfitri 1447 H di Masjid Nida’ul Fithrah berlangsung tertib dan lancar. Momentum Idulfitri ini diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah dan memperkuat semangat untuk istiqamah dalam ibadah, menjaga ketakwaan, dan memperbaiki karakter menuju pribadi yang lebih baik.

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah Ramadan, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadan berikutnya dalam keadaan yang lebih baik. Aamiin.