Rihlah adalah istilah dalam bahasa arab untuk praktik menempuh perjalanan panjang bahkan hingga ke luar negeri. Pada permulaan Islam, telah ada perjalanan sangat agung dengan tujuan mencari ilmu dan menyebarkannya. Sampai Al-Khatib Al-Bagdady menulis kitab yang terkenal ‘Ar-Rihlah Fi Tolabil Hadits’, di dalamnya beliau mengumpulkan kisah orang yang melakukan perjalanan hanya untuk mendapatkan dan mencari satu hadits saja.

Rihlah, atau perjalanan, adalah pengalaman luar biasa yang telah menginspirasi manusia selama berabad-abad. Merupakan salah satu cara terbaik untuk mengeksplorasi dunia, rihlah tidak hanya tentang menjelajahi tempat-tempat baru, tetapi juga tentang menemukan diri sendiri dalam prosesnya. Dengan harapan yang sama PKBM Permata Sunnah Paket B mengajak para santriwati untuk melakukan perjalanan / Rihlah. Rihlah kali ini dikemas menjadi satu kegiatan dengan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri, yang mengangkat tema “Membangun Karakter Islami Melalui Tadabur Alam”.

Selain memberi kesempatan untuk menikmati keindahan alam secara langsung, juga memberikan waktu dan ruang yang berharga untuk menuntut ilmu agama dan merenung tentang hidup. Jauh dari rutinitas sehari-hari, sehingga diharapkan santriwati dapat melihat dengan lebih jelas apa yang benar-benar penting dalam hidup, mempertimbangkan tujuan dan nilai-nilai diri, serta mengevaluasi arah yang ingin diambil. Dalam proses ini, diharapkan juga para santriwati dapat menemukan kedamaian, inspirasi, dan pemahaman yang lebih dalam tentang diri mereka sendiri.

Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan LDKS. Terlihat para santriwati begitu semangat dan antusias untuk memulai perjalanan kepemimpinan mereka, para santriwati berbaris dengan rapi di Aula villa Panorama yang terletak di daerah Pacet Mojokerto. Dengan dibimbing oleh para mentor, dimulailah upacara pembukaan LDKS yang menandai dibukanya kegiatan Rihlah sekaligus Latihan Dasar Kepemimpinan Santri tahun ajaran 2022-2023.

Setelah upacara pembukaan, para peserta LDKS dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan memulai serangkaian kegiatan pelatihan. Mereka akan belajar tentang komunikasi, kerjasama, pengambilan keputusan, dan keterampilan kepemimpinan lainnya. Melalui penyampaian materi tentang kepemimpinan, diskusi, dan permainan, mereka akan mengalami tantangan dan merasakan pertumbuhan diri yang nyata.

Waktu menunjukkan pukul 17.30 WIB, tiba waktunya bagi para santriwati untuk segera mendirikan sholat maghrib berjamaah. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Tilawah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Malik Al Fadhali hafizhahullah, dengan tema “Hubungan antara tauhid dengan Akhlakul karimah”.

Sebelum beristirahat malam, para santriwati diajak ber-tafakur dan muhasabah. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, seringkali kita terjebak dalam rutinitas tanpa memberikan waktu bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak untuk merenung, berintrospeksi dan merefleksikan hidup kita secara mendalam. Diharapkan dalam diri santri akan tumbuh rasa syukur atas segala nikmat dan kesempatan yang telah diberikan Allah Azza wa jalla, berkembangnya empati dan meningkatnya kualitas hidup sesuai dengan nilai-nilai agama Islam. MasyaAllah…Laa haula wala quwwata illa billah…

Dalam menghadapi hari esok sebagai seorang muslim, selalu ingat untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah Azza wa jalla dan percayalah bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari rencana-Nya yang lebih besar. Dengan menghadirkan keyakinan, harapan, dan kepedulian dalam setiap langkah hidup, kita dapat menghadapi hari esok dengan penuh kebahagiaan dan kesejahteraan dalam cahaya Islam.

Semoga para santriwati selalu diberikan hidayah dan keteguhan iman dalam menghadapi tantangan di hari esok. Aamiin