Pada musim penghujan, kawasan Gunungkidul tampak hijau dan asri. Pepohonan tumbuh subur, sementara air tersedia lebih melimpah. Namun, kondisi itu berubah saat musim kemarau tiba. Kekeringan kembali menyulitkan kehidupan warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa membeli air. Karena itu, penemuan sumber air bawah tanah di Gua Plawan menjadi harapan baru bagi masyarakat Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Alhamdulillah, setelah melalui berbagai kendala dan penantian selama lima tahun, harapan tersebut akhirnya terwujud. Pada Ahad, 22 September 2024, para relawan berhasil menyelesaikan proyek pipanisasi Gua Plawan untuk menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat.
Berawal dari Survei pada Tahun 2019
Pada tahun 2019, Tim Bravo Relawan Sedekah Air melakukan survei di Gua Plawan, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul. Saat itu, hanya tiga relawan yang mengikuti kegiatan. Dengan peralatan yang terbatas, mereka menjelajahi gua untuk memeriksa sumber air yang berada sekitar 130 meter secara vertikal di bawah permukaan.
Survei tersebut bertujuan memeriksa kondisi fisik gua, kualitas air, dan debit sumber air. Tim juga ingin memastikan kelayakan sumber tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di tiga desa yang berjarak sekitar empat kilometer dari Gua Plawan.
Hasil survei membuka peluang untuk membangun sistem pipanisasi. Namun, keterbatasan pasokan listrik untuk mengoperasikan pompa air membuat rencana tersebut harus tertunda.
Meski demikian, harapan untuk menghadirkan air bersih bagi warga tetap terjaga. Lima tahun kemudian, Allah Ta’ala memberikan kemudahan sehingga rencana tersebut dapat kembali diwujudkan.
BIDSOS Yayasan Nida’ul Fithrah Bergabung dalam Aksi Kemanusiaan
Menjelang pelaksanaan pipanisasi, Tim Bravo Relawan Sedekah Air membuka kesempatan bagi individu maupun organisasi untuk bergabung. Ajakan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak.
Alhamdulillah, sebanyak 20 relawan mewakili Bidang Sosial Yayasan Nida’ul Fithrah Cabang Sidoarjo (BIDSOS YNF) turut ambil bagian. Mereka bergabung bersama relawan dari berbagai organisasi untuk bergotong royong menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat.
Pada Sabtu, 21 September 2024, tim BIDSOS YNF berangkat menuju lokasi kegiatan. Setelah menempuh perjalanan sekitar delapan jam, mereka tiba dengan selamat.
Untuk mempersiapkan para relawan sebelum bekerja, Ustadz Dr. Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc. hafizhahullah menyampaikan tausiyah. Nasihat tersebut menjadi bekal bagi para relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan pada hari berikutnya.

Gotong Royong Memasang Pipa Air di Gua Plawan
Pada Ahad, 22 September 2024, kegiatan pipanisasi dimulai sekitar pukul 06.00 WIB. Sebelum bekerja, seluruh relawan berkumpul untuk mendengarkan arahan ketua panitia. Selanjutnya, panitia membagi mereka ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan lapangan.
Pekerjaan ini membutuhkan kerja sama yang baik. Sebab, tim harus memasang pipa dan pompa air dari sumber air di dalam gua hingga menuju bak penampungan yang dekat dengan permukiman warga.
Tim khusus menangani pekerjaan di area gua yang sulit dijangkau. Sumber air berada sekitar 130 meter secara vertikal di bawah permukaan. Oleh karena itu, para relawan menggunakan perlengkapan keselamatan, seperti body harness, lampu penerangan, dan tali khusus jenis kernmantle.
Sementara itu, relawan lainnya menggali jalur pipa menuju bak penampungan. Mereka juga menyambungkan pipa dan menempatkannya di sepanjang jalur yang telah disiapkan. Setelah pemasangan selesai, para relawan kembali menutup galian tersebut.
Pembagian tugas ini membantu seluruh tim bekerja secara terkoordinasi. Setiap kelompok menjalankan tanggung jawabnya demi menyelesaikan proyek pipanisasi dengan baik.
Air Berhasil Mengalir ke Bak Penampungan
Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah Ta’ala, seluruh tahapan pipanisasi berjalan dengan baik. Setelah para relawan menyelesaikan pemasangan, air berhasil mengalir menuju bak penampungan.
Meski demikian, tim sempat menghadapi kendala pada pompa air yang belum mampu menghasilkan tekanan sesuai kebutuhan. Para relawan tetap berupaya menyelesaikan pekerjaan hingga sistem pipanisasi dapat mengalirkan air ke tempat penampungan.
Secara keseluruhan, para relawan menghabiskan waktu sekitar 10 jam untuk menyelesaikan tahapan pekerjaan pada hari itu.
Keberhasilan ini menjadi momen yang mengharukan bagi para relawan. Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya warga yang selama ini kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau.
Kolaborasi untuk Membantu Masyarakat
Pipanisasi Gua Plawan menunjukkan bahwa kepedulian dan gotong royong dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara Tim Bravo Relawan Sedekah Air, BIDSOS Yayasan Nida’ul Fithrah, relawan dari berbagai organisasi, dan pihak-pihak yang terlibat menjadi bagian penting dalam mewujudkan program ini.
Lebih dari sekadar pemasangan pipa, kegiatan ini membawa harapan bagi warga yang selama bertahun-tahun menghadapi kesulitan air bersih ketika kemarau tiba.
Semoga Allah Azza wa Jalla membalas setiap usaha, waktu, tenaga, dan pengorbanan para relawan dengan pahala yang berlimpah. Semoga pula aliran air ini terus membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang berkontribusi.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

