Akhlak mulia merupakan bagian penting dalam kehidupan setiap muslim. Seorang muslim tidak hanya perlu menjaga sopan santun kepada sesama, tetapi juga menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena itu, orang tua dan pendidik perlu mengenalkan akhlak mulia kepada anak sejak usia dini.
Sejalan dengan visi Sekolah Islam Permata Sunnah, yaitu berakhlakul karimah, sekolah terus berupaya menanamkan nilai-nilai Islam kepada para santri. Salah satunya melalui kegiatan Kajian Anak bersama Kak Erlan. Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi antara pihak sekolah dan Komite Sekolah Islam Permata Sunnah.
Kak Erlan Ajak Santri Belajar Akhlak Mulia dalam Al-Qur’an
Dalam kajian kali ini, Kak Erlan mengangkat tema “Akhlak Mulia dalam Al-Qur’an”. Beliau mengajak para santri mengenal berbagai perilaku terpuji yang Allah ajarkan melalui Al-Qur’an.
Seperti biasanya, Kak Erlan membuka kajian dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang mengundang antusiasme anak-anak. Gaya penyampaiannya yang lucu dan interaktif membuat suasana kajian terasa ceria. Para santri pun mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
Melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Kak Erlan menjelaskan beberapa akhlak mulia yang dapat anak-anak praktikkan di rumah, sekolah, maupun saat bermain bersama teman.
1. Berkata Baik kepada Sesama
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 83:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
Artinya: “Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia.”
Ayat ini mengajarkan setiap muslim untuk menjaga ucapan. Anak-anak perlu membiasakan diri berbicara dengan sopan, berkata jujur, dan menghormati orang lain.
Sebaliknya, mereka harus menjauhi perkataan kasar, kata-kata kotor, serta kebiasaan mengejek teman. Dengan menjaga lisan, anak-anak belajar menghargai orang lain sekaligus menaati perintah Allah.
2. Suka Berbagi dalam Keadaan Lapang maupun Sempit
Kak Erlan juga mengajak para santri membiasakan diri berbagi dengan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan salah satu sifat orang bertakwa dalam Surah Ali ‘Imran ayat 134:
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit.”
Anak-anak dapat mempraktikkan akhlak ini dengan berbagi makanan, meminjamkan barang yang bermanfaat, atau membantu teman yang membutuhkan. Mereka juga perlu memahami bahwa berbagi bukan sekadar memberikan sesuatu yang berlebih, melainkan bentuk kepedulian kepada sesama.
Kak Erlan mengingatkan bahwa harta yang seseorang infakkan di jalan Allah tidak akan sia-sia. Karena itu, anak-anak perlu belajar ikhlas ketika berbagi dan tidak selalu mengharapkan balasan dari orang lain.
3. Menahan Amarah
Akhlak mulia berikutnya ialah menahan amarah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam lanjutan Surah Ali ‘Imran ayat 134:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ
Artinya: “Dan orang-orang yang menahan amarahnya.”
Melalui penjelasan ini, anak-anak belajar bahwa mereka tidak boleh mudah marah ketika menghadapi sesuatu yang tidak sesuai keinginan. Mereka dapat belajar menenangkan diri, berbicara dengan baik, dan menyelesaikan masalah tanpa menyakiti orang lain.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga mengajarkan pentingnya mengendalikan amarah. Oleh karena itu, anak-anak perlu membiasakan diri bersabar dan menahan emosi ketika berselisih dengan teman atau saudara.
Menanamkan Akhlak Mulia Sejak Dini
Kajian Anak bersama Kak Erlan menjadi salah satu ikhtiar Sekolah Islam Permata Sunnah dalam mewujudkan visi berakhlakul karimah. Melalui penyampaian yang menarik, contoh sehari-hari, serta pembagian hadiah, sekolah mengajak para santri memahami nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan.
Harapannya, para santri tidak hanya mengenal akhlak mulia sebagai pengetahuan, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dapat mulai dari hal sederhana, seperti berkata baik, senang berbagi, dan belajar menahan amarah.
Semoga kegiatan kajian anak seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi para santri. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing mereka menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

