Pada Sabtu, 10 Desember 2022, sejak pukul 07.30 WIB, sejumlah jamaah mulai berdatangan ke Masjid Nida’ul Fithrah, Sidoarjo, untuk mengikuti kajian akbar. Kali ini, masjid menghadirkan Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A., hafizhahullah, yang membahas tema “Berbakti Setelah Wafatnya Orang Tua”.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Firanda menjelaskan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua. Islam menempatkan amalan ini pada kedudukan yang sangat agung. Bahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut berbakti kepada orang tua setelah salat pada waktunya ketika menjelaskan amalan yang paling dicintai Allah.

Berbakti kepada Orang Tua Termasuk Amalan yang Utama

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا، قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ، قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ

“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah?’ Beliau menjawab, ‘Salat pada waktunya.’ Aku bertanya lagi, ‘Lalu apa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya kembali, ‘Lalu apa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Allah.’”

(Muttafaq ‘alaih, HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan berbakti kepada kedua orang tua. Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya memperhatikan hak-hak mereka, menaati mereka dalam perkara yang baik, serta memperlakukan keduanya dengan penuh kasih sayang.

Lantas, bagaimana jika kedua orang tua telah meninggal dunia? Apakah seorang anak masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan baktinya?

Lima Cara Berbakti kepada Orang Tua Setelah Wafat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa seorang anak tetap dapat berbakti kepada kedua orang tuanya meskipun mereka telah meninggal dunia.

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا؟ قَالَ: نَعَمْ، الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا.

“Suatu ketika, seorang lelaki dari Bani Salimah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk bakti kepada kedua orang tuaku setelah mereka meninggal dunia?’

Beliau menjawab, ‘Ya, yaitu mendoakan keduanya, memohonkan ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah mereka meninggal dunia, menyambung silaturahmi dengan kerabat yang hanya terhubung melalui keduanya, serta memuliakan teman dekat keduanya.’”

(HR. Abu Dawud no. 5142 dan Ibnu Majah no. 3664)

Berdasarkan hadis tersebut, ada lima bentuk bakti yang dapat dilakukan seorang anak setelah orang tuanya wafat.

  1. Mendoakan kedua orang tua. Panjatkan doa kepada Allah agar Dia melimpahkan rahmat dan kebaikan kepada keduanya.
  2. Memohonkan ampun untuk mereka. Mintalah kepada Allah agar mengampuni dosa kedua orang tua.
  3. Memenuhi janji mereka. Jika orang tua memiliki janji atau komitmen yang baik dan sesuai syariat, berusahalah untuk menunaikannya.
  4. Menyambung silaturahmi dengan kerabat. Jagalah hubungan baik dengan keluarga yang memiliki ikatan kekerabatan melalui orang tua.
  5. Memuliakan teman dekat mereka. Hormati sahabat orang tua dan tetaplah berbuat baik kepada mereka.

Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut, seorang anak masih dapat menunjukkan baktinya meskipun kedua orang tuanya telah tiada. Karena itu, jangan menganggap bahwa wafatnya orang tua menjadi akhir dari kesempatan untuk berbuat baik kepada mereka. Tetaplah berpegang pada tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menjalankan bakti tersebut.

Selagi Orang Tua Masih Hidup, Manfaatkan Kesempatan Berbakti

Bagi kaum muslimin yang masih memiliki orang tua, manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Kesibukan sehari-hari jangan sampai membuat kita melupakan hak-hak mereka.

Luangkan waktu untuk mengunjungi dan menemani orang tua. Selain itu, berbicaralah dengan santun, bantulah kebutuhan mereka, serta tunjukkan kasih sayang melalui perkataan dan perbuatan. Jika memungkinkan, mintalah doa mereka dan berusahalah membahagiakan hati keduanya.

Ingatlah bahwa kesempatan berbakti kepada orang tua merupakan nikmat besar. Selagi Allah masih memberikan kesempatan, tunaikanlah hak-hak mereka dengan sebaik-baiknya.

Wallahu waliyyut taufiq. Hanya Allah yang memberikan taufik.

Kajian lengkap: Saksikan rekaman kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A., melalui kanal YouTube Masjid Nida’ul Fithrah Sidoarjo.