Dalam sejarah Islam, para ulama rela menempuh perjalanan jauh demi menuntut ilmu. Bahkan, Al-Khatib Al-Baghdadi menulis kitab terkenal berjudul Ar-Rihlah fi Thalabil Hadits. Kitab tersebut menghimpun kisah para penuntut ilmu yang melakukan perjalanan demi mempelajari hadis, termasuk mereka yang mencari satu hadis saja.
Semangat itulah yang menginspirasi PKBM Permata Sunnah Paket B untuk mengajak para santriwati mengikuti kegiatan Rihlah dan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS). Melalui kegiatan ini, para santriwati belajar mengenali alam, memperdalam ilmu agama, dan melatih jiwa kepemimpinan.
Mengusung tema “Membangun Karakter Islami Melalui Tadabur Alam”, kegiatan ini memadukan pembelajaran agama, latihan kepemimpinan, dan muhasabah. Dengan demikian, para santriwati dapat memperoleh pengalaman baru sekaligus memperkuat keimanan dan tanggung jawab.
Membuka Rihlah dengan Upacara LDKS
Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan LDKS di Aula Villa Panorama, kawasan Pacet, Mojokerto. Para santriwati berbaris rapi dan mengikuti upacara dengan penuh semangat.
Di bawah bimbingan para mentor, mereka memulai perjalanan kepemimpinan melalui kegiatan Rihlah dan LDKS tahun ajaran 2022–2023. Setelah upacara selesai, para peserta bersiap mengikuti berbagai agenda pelatihan.
Mengasah Jiwa Kepemimpinan dan Kerja Sama
Selanjutnya, panitia membagi para santriwati ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok mengikuti berbagai kegiatan untuk melatih komunikasi, kerja sama, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab.
Melalui materi kepemimpinan, diskusi, dan permainan kelompok, para santriwati belajar menghadapi tantangan secara langsung. Selain itu, mereka berlatih menyampaikan pendapat, menghargai teman, dan mencari solusi bersama.
Pengalaman tersebut mengajarkan mereka bahwa seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga kejujuran, kepedulian, dan sikap amanah.
Memperkuat Tauhid dan Akhlak Mulia
Menjelang petang, para santriwati menunaikan salat Magrib berjemaah. Setelah itu, mereka mengikuti sesi kajian bersama Ustadz Abu Malik Al Fadhali hafizhahullah.
Dalam kajian tersebut, beliau membahas tema “Hubungan antara Tauhid dengan Akhlakul Karimah”. Materi ini mengajak para santriwati memahami bahwa tauhid memiliki peran penting dalam membentuk perilaku seorang muslim.
Oleh karena itu, setiap muslim perlu menjaga hubungan dengan Allah sekaligus memperbaiki akhlak terhadap sesama. Para santriwati pun dapat menerapkan pelajaran tersebut melalui sikap jujur, adab yang baik, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Tafakur dan Muhasabah: Belajar Mensyukuri Nikmat Allah
Sebelum beristirahat malam, para santriwati mengikuti sesi tafakur dan muhasabah. Mereka meluangkan waktu untuk merenungkan perjalanan hidup, mengevaluasi diri, dan mengingat berbagai nikmat Allah Azza wa Jalla.
Selain menumbuhkan rasa syukur, kegiatan ini mengajak mereka meningkatkan kepedulian terhadap orang lain. Melalui muhasabah, para santriwati dapat mengenali kekurangan diri dan menyusun tekad untuk memperbaiki perilaku.
Dengan begitu, mereka tidak hanya memperoleh pengalaman selama perjalanan, tetapi juga belajar mengambil hikmah dari setiap kegiatan. Masyaallah, laa haula wa laa quwwata illa billah.
Menyongsong Masa Depan dengan Iman dan Keteguhan
Rihlah dan LDKS memberikan kesempatan bagi para santriwati untuk mengembangkan kepemimpinan sekaligus memperkuat keimanan. Selain itu, suasana alam terbuka mengajak mereka mengamati ciptaan Allah dan merenungkan kebesaran-Nya.
Setelah mengikuti kegiatan ini, para santriwati diharapkan semakin bersemangat menuntut ilmu, menjaga akhlak, dan menjalankan amanah. Mereka juga perlu membiasakan diri bertawakal kepada Allah Azza wa Jalla saat menghadapi berbagai tantangan.
Akhirnya, semoga Allah senantiasa membimbing para santriwati, menjaga keteguhan iman mereka, dan menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu serta amal saleh. Semoga Allah menjadikan mereka generasi muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat. Aamiin.

